Translate

Tampilkan postingan dengan label suami istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suami istri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2013

Cara Hebat Waktu Bercinta

Cara membuat hebat bercinta atau buat hebat ML tidak banyak orang tahu. Sebetulnya ada cara supaya hebat bercinta dengan pasangan anda, mau coba caranya ? Kunci mendapatkan seks yang hebat tak selalu berhubungan dengan hal-hal fisik. Seperti berapa lama pria bisa 'bertahan' saat penetrasi seks, ukuran Mr Happy, kemampuan stimulasi seks atau seksi/tidaknya tubuh pasangan. Faktor emosional pun memegang peran besar dalam mewujudkan seks hebat. Ini dia lima hal penting yang harus diperhatikan dalam bercinta, seperti dikutip dari College Candy. 1. Kontak Mata Bahasa tubuh merupakan elemen paling penting dalam bercinta. Lidah bisa berkata-kata apa saja, tapi bahasa tubuh terutama kontak mata tidak mungkin berbohong. Kontak mata saat bercinta bisa menciptakan ikatan emosional yang lebih erat antara pasangan suami-istri. Lewat tatapan mata, Anda bisa mengekspresikan rasa cinta, ketertarikan, kenikmatan dan kepuasan seks terhadap pasangan lebih mendalam. 2. Melepas Pakaian Melepas pakaian saat akan bercinta pun ada 'seninya'. Karena terburu nafsu, banyak pasangan yang asal saja melepas pakaian ketika mereka berhubungan intim. Padahal 'seni' melepas pakaian bisa membuat Anda dan pasangan lebih bergairah. Sebagian orang suka jika pasangannya berakting layaknya penari striptis, beberapa lagi lebih suka saling melepaskan pakaian dan sebagian lagi suka melepasnya saat foreplay. Tentukan cara seperti apa yang Anda dan si dia sukai. 3. Tarik Ulur Goda si dia dengan gerakan dan tatapan sensual, begitu gairahnya timbul, dorong dia hingga menjauh dari Anda dan bersikaplah seolah Anda tak menginginkan dirinya. Biarkan pasangan 'mengejar' Anda dan begitu dia sudah terlihat lelah dan menyerah, kembali lancarkan godaan lagi padanya. Teknik tarik ulur ini akan membuat pasangan merasa tertantang dan sesi bercinta setelahnya pun jadi lebih menyenangkan. 4. Foreplay Foreplay sangat penting untuk seks yang baik. Debby Herbenick, PhD, MPH, seorang pakar seks dari Indian University, Amerika Serikat, menyarankan agar pasangan meluangkan waktu untuk melakukan foreplay. Foreplay bermanfaat untuk mendapatkan rangsangan lebih. Foreplay bisa dilakukan 'sex game', ciuman yang lama dan intens atau 'blind game'. Lebih lengkap soal pembahasan teknik foreplay, bisa disimak di sini. 5. Komunikasi Kunci utama untuk mendapatkan seks yang hebat adalah komunikasi. Tidak hanya tentang obrolan nakal, tapi juga bentuk perhatian. Selalu bicarakan apa saja yang Anda suka dan tidak dalam bercinta. Begitupun sebaliknya, minta dia mengungkapkan hal-hal apa yang membuat dia nyaman dan tidak saat berhubungan seks. Cari waktu yang tepat untuk berbincang, misalnya saat makan malam romantis, duduk berdua sambil nonton TV atau menjelang tidur.

Kejadian Malam Pertama

Kejadian Nyata Malam Pertama. Malam pertama sangat berarti dan banyak yang bingung dan takut menghadapai malam pertama bercinta. Setelah menikah, pasangan pengantin baru akan dihadapkan pada ritual malam pertama, berhubungan cinta, atau hubungan badan tak lain dan tak bukan demi keharmonisan dan upaya untuk memperoleh keturunan. Tapi karena malam pertama belum pernah berhubungan badan sebelumnya sehinga menakutkan, tak masalah jika pasangan tak langsung bisa melakukannya dengan benar dan lancar. Bahkan faktanya, banyak pasangan yang khawatir karenanya. Untuk itu, Dr Mahinder Watsa akan memaparkan sejumlah fakta tentang apa yang terjadi pada pasangan yang pertama kali melakukan aktivitas intim ini seperti halnya dikutip dari timesofindia, berikut ini. 1. Wajar kalau pasangan gagal atau melakukan banyak kesalahan Setiap pasangan tentu ingin seks pertamanya terasa sempurna. Tak ada yang salah dengan hal itu tapi semua orang harus tahu bahwa segala hal yang baru dilakukan pertama kali itu tak selalu sempurna, pasti ada saja kesalahan yang muncul. Para pria seringkali bercita-cita seksnya bisa tahan lama, hanya saja jika mereka mencapai orgasme lebih cepat (mungkin karena terlalu senang) sebenarnya itu tak jadi masalah. Bahkan sejumlah pria lain gagal melakukan ereksi dan seketika itu juga mereka merasa kecewa lalu mengecap diri mereka sendiri 'tak cukup lihai' dalam bercinta. Tapi jika Anda keburu berpikir seperti itu maka justru itulah kesalahan terbesar Anda. Kalaupun tak bisa ereksi, Anda cukup mengakhiri sesi bercinta dengan foreplay ringan. Percayalah jika segala sesuatunya tak berjalan sesuai rencana maka akan selalu ada kesempatan kedua. Sama halnya ketika seorang pria tak bisa ereksi sepanjang melakukan masturbasi dan nyatanya hal itu dianggap normal-normal saja. 2. Seks pertama kali pasti menyakitkan tapi jangan menyerah begitu saja Bagi wanita, ketika pertama kali melakukan seks rasanya pasti sangat menyakitkan tapi pada dasarnya sebagian besar nyeri yang dirasakan wanita saat pertama kali bercinta itu rasanya tak lebih dari seperti nyeri akibat jari yang tertusuk jarum atau duri. Yang perlu digarisbawahi adalah perasaan takut akan nyeri ini harus diupayakan agar tak membuat semua wanita merasa ketakutan tiap kali diajak berhubungan oleh pasangannya. Jika hal ini terjadi, bisa jadi si wanita akan gemetaran meski hanya disentuh sedikit saja oleh pasangannya. Kalau sudah begini, para pria tak boleh tinggal diam. Pertama, pastikan si dia merasa nyaman dengan Anda. Foreplay ringan merupakan sesuatu yang harus Anda lakukan agar vaginanya terlubrikasi. Mulailah dengan memasukkan jari Anda ke vagina untuk memecahkan selaput daranya lalu lanjutkan dengan penetrasi. Yang penting kuncinya adalah lakukan secara perlahan-lahan. 3. Pendarahan? Bisa iya, bisa tidak Seorang wanita yang harus mengalami pendarahan saat pertama kali berhubungan seksual itu hanyalah rumor. Faktanya, pendarahan hanya terjadi ketika selaput dara pecah. Tapi yang perlu dipahami adalah selaput dara yang dianggap sebagai tanda keperawanan itu bisa saja pecah karena faktor lain. Diantaranya latihan fisik dengan intensitas tinggi seperti bersepeda. Pada kasus lain, hal ini juga bisa disebabkan oleh cacat bawaan sejak lahir. Bahkan selaput dara juga bisa pecah saat si wanita melakukan masturbasi. Jika Anda ragu apakah pasangan masih perawan atau tidak hanya karena si dia tak mengalami pendarahan saat pertama kali bercinta dengan Anda, selesaikan masalah itu di luar ranjang. Pastikan ketika berada di atas ranjang, Anda dan pasangan sudah memahami dan mempercayai satu sama lain. 4. Kontrasepsi itu tak selalu berhasil Satu kesalahan kecil saja bisa berakibat pada kehamilan yang tak diinginkan, apalagi jika Anda mengandalkan metode menarik penis sebelum ejakulasi (withdrawal method) atau bercinta diantara masa subur pasangan. Akan lebih baik lagi jika pasangan menemui dokter spesialis ginekologi sebulan sebelum menikah agar si dokter dapat memberikan kontrasepsi oral yang cukup aman dikonsumsi oleh pasangan, terutama selama berbulan madu. Setelah itu, pasangan dapat berkonsultasi lagi dengan dokter untuk memilih metode kontrasepsi yang tepat dan pas untuk berdua. 5. Seks itu bisa bikin berantakan Saat cairan tubuh pasangan saling bertukar dalam ritual bercinta, jangan kaget jika nantinya ranjang Anda berantakan. Jangan khawatirkan banyaknya noda yang berceceran di ranjang. Nikmati saja proses itu dan tak lupa untuk selalu menyediakan seprai ekstra.